Kamis, 19 September 2019


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Halo teman-teman, balik lagi nih sama Fadiah. Balik lagi? Emang pernah jadian? Wkwk gak lucu -_-

Jadi di blog ini insyaallah aku mau bercerita tentang kehidupanku di Turki, untuk yang belum tau aku alhamdulillah dapat beasiswa untuk kuliah di Turki. Udah pernah aku share juga di Youtube beberapa kali tentang beasiswanya, aku kasih linknya ya.



Tapi kali ini insyaallah aku pengen banget menuliskan kisah-kisahku lewat tulisan. Doakan istiqomah ya :’)
Rasanya aku berhutang sama orang-orang kalo tidak berbagi pengalaman hidupku yang mungkin akan berguna buat orang lain. Selain via vlog, insyaallah beberapa hal penting akan aku bagi via tulisan di blog ini yaa.

Jadi singkat cerita aku keterimah beasiswa YTB (beasiswa pemerintah Turki), untuk cerita yang gak singkat insyaallah aku tulis di kesempatan lain. Oke langsung aja!

1.      Apa yang harus dilakukan setelah tiba di Turki?

Setelah kedatangan di Turki, di tahun pertama seluruh mahasiswa asing dari seluruh dunia (baik yang beasiswa maupun non-beasiswa) WAJIB mengambil kursus bahasa Turki atau yang biasa disebut TÖMER (Türk Dili Öğretimi Uygulama ve Araştırma Merkezi) yang artinya kurang lebih Pusat Pengajaran dan Penelitian Bahasa Turki, pokoknya tempat kursus bahasa Turki yang resmi gitu karena kursusnya memang langsung di kampus-kampus.


Bangunan TÖMER Sakarya University
Sumber: http://www.tomer.sakarya.edu.tr/

Untuk mahasiswa beasiswa, selanjutnya akan kita sebut mahasiswa YTB kita tinggal datang ke kantor TÖMER-nya dan membawa beberapa berkas kemudian otomatis terdaftar dan tidak perlu membayar karena biaya kursus ini sudah ditanggung oleh pihak beasiswa, dan untuk mahasiswa non-beasiswa yang selanjutnya akan kita sebut mahasiswa mandiri harus membayar sekitar 1.250 TL per level ato sekitar Rp 3.125.000,- (kisaran harga tahun 2018 – 2019).

1.      Berapa lama jangka waktu TÖMER?
Jangka waktu TÖMER kurang lebih 1 tahun sebelum bisa memasuki jenjang perkuliahan yang sebenarnya. Whatttt??? Lama bangett.... Iya serius gak boong :D
Jadi pendaftaran TÖMER itu dibuka setiap tahun, kalo di kampusku Sakarya University TÖMER mulainya setiap akhir bulan September (semester ini tanggal 30 September) dan jika perjalanan TÖMER mulus alias tak ada hambatan maka normalnya akan selesai pada bulan Juli akhir di tahun berikutnya dan perkuliahan normal akan dimulai sekitar tanggal 20-an September.

2.      Apakah TÖMER wajib?
Yesss, wajib bangeettttt. Kenapa mahasiswa asing harus ngambil TÖMER? Karena di Turki rata-rata setiap kampus perkuliahannya dengan menggunakan bahasa Turki.
Hah? Bukannya mahasiswa internasional biasanya pake Bahasa Inggris ya?
Eiitttssss, itulah bedanya kuliah di Turki sama di negara lain, orang Turki memang menjunjung tinggi bahasa nasional mereka, jadi walaupun di beberapa jurusan kita bisa mengambil mata kuliah yang pake Bahasa Inggris namun nanti kenyataannya akan lebih banyak Bahasa Turkinya juga :D
Jadi itulah tantangan menuntut ilmu di negeri 2 benua, rasa nasionalisme mereka yang terlalu tinggi membuat mereka sangat mencintai bahasanya sendiri, kita sebagai pendatang harus menyesuaikan dengan keadaan mereka.

3.      Seperti apa keseharian di TÖMER?
Sebenarnya lebih seperti sekolah pada umumnya, kalo di kampusku waktu TÖMER ada 2 jadwal, ada yang kelas pagi, ada juga yang kelas siang.
Waktu kelas TÖMER Senin – Jumat. Kelas pagi dimulai dari 08:40 – 12:30, sedangkan kelas siang dimulai dari 13:30 – 17:00. Kita tidak masuk di kedua kelasnya, tapi hanya salah satu kelas kalo gak kelas pagi ya kelas siang (gak bisa milih tapi dibagi), jadi artinya setengah hari aja kursusnya per hari.


2.  

Suasana kelas di TÖMER
Sumber: http://www.tomer.sakarya.edu.tr/
Satu kelas biasanya berisi 20-an murid yang berasal dari berbagai negara di seluruh dunia, mereka adalah mahasiswa S1, S2, bahkan S3. Kebayang gak anak-anak S2 dan S2 yang udah tua masih harus belajar bahasa Turki dari awal? :D Dan di setiap kelas tidak mengenal mana yang S1, S2, ataupun S3, semua murid akan digabung tanpa memandang level pendidikannya. Di TÖMER tidak ada seragam seperti di sekolah, jadi kita bebas menggunakan baju seperti layaknya orang berangkat kuliah.

Ali Bayoren Hoca


Di setiap kelas akan ada Hoca (re: hoja) yang artinya panggilan untuk guru, baik itu guru laki-laki maupun perempuan. Kalo beruntung bisa dapat hoca yang bening kayak di atas HAHAHA :D Btw Hoca di atas adalah Hoca ku saat level B1. Karena setiap level itu Hoca nya ganti-ganti, tergantung level keberuntungan dapat Hoca yang mana.

Oh iya Hoca nya itu adalah orang Turki tidak bisa berbahasa Inggris maupun Arab. Whatttt???? Terus di kelas gimana dong? Yaudah mereka akan berbicara full Bahasa Turki, pas di awal-awal banget akan pake bahasa isyarat saking di kelas gak ada yang ngerti Hoca nya ngomong apa :D

4.      Apakah di TÖMER ada level kelasnya?
Yaa, tentu saja, level di TÖMER dibagi berdasarkan tingkatan kesulitan pelajaran (maksudnya dari yang paling mudah sampai yang paling sulit). TÖMER ada beberapa level; yaitu level A1, A2, B1, B2, C1, dan C2. Setiap level biasanya akan memakan waktu 6 mingguan atau kurang lebih 2 bulanan (beda-beda tergantung kampus dan musim).


Buku Giriş
Kalo kita jabarkan sebelum A1 sebenarnya ada level Giriş (Opening) disini kita benar-benar belajar bahasa Turki dari yang paling basic (alphabet A, B, C) udah kayak anak TK sebenarnya wkwk :D

Kemudian level A1 belajar bahasa Turki dari yang paling dasar juga, lanjut A2, B1, B2, C1, dan setelah C1 masih ada 1 level lagi yang namanya Akademik Türkçe ato level Bahasa Turki akademik atau level C2 yang hanya dikhususkan untuk mahasiswa YTB. Mahasiswa non beasiswa tidak bisa mengambil level C2 ini, mereka dinyatakan selesai pada level C1 saja.








Untuk persyaratan masuk kuliah, mahasiswa asing harus menyerahkan sertikat TÖMER level C1. Namun ada sedikit perbedaan pada mahasiswa asing mandiri dan YTB; mahasiswa mandiri boleh daftar kuliah dengan hanya sertifikat TÖMER level B2 saja (kalo udah lulus level B2 berarti udah boleh kuliah) dengan syarat sertifikat TÖMER C1 disusulkan ketika akan lulus (wisuda).
Namun bagi mahasiswa YTB kami harus menyelesaikan sampai level C2 (Akademik Türkçe), kalo gak sampe level C2 maka uang beasiswanya akan dipotong hampir 50% (kan sayaaannggg), makanya mau gak mau kami terpaksa harus ambil sampe level C2. Namun setelah lulus C1 kami bisa langsung mendaftar ulang ke kampus, hanya saja tetap wajib mengikuti level C2 sampai selesai.
2.      Bagaimana Sistem Ujian di TÖMER?
Emang di TÖMER pake acara ada ujian segala? Yessss, tentu saja EXACTLY hahaha (kenapa gue girang amat ya wkwk)
Jadi karena sistem di TÖMER adalah per level maka untuk naik ke level selanjutnya harus melewati ujian, ujiannya ada 4 jenis yaitu Konuşma (Speaking), Dinleme (Listening), Okuma – Anlama (Reading –Understanding), dan Yazma (Writing). Kalo dilihat-lihat sebenarnya ujiannya mirip aja sama TOEFL atau IELTS di Indo cuman bedanya disini yang di ujiankan adalah bahasa Turki. Kita jabarkan 1-1 yaa kayak apa ujiannya;
a.       Konuşma (Speaking), jadi ini adalah ujian lisan. Di univ aku untuk ujian ini mahasiswa akan masuk satu per satu secara bergantian menurut no urut yang telah dibagikan, mahasiswa akan masuk ke dalam ruangan kelas dan akan ditanya beberapa pertanyaan oleh Hoca (kesulitan pertanyaan tergantung level).
b.      Dinleme (Listening), ini adalah ujian mendengar dengan bahasa Turki. Jadi ujian ini biasanya dilaksanakan bersamaan dengan ujian tertulis dan dimulai dengan listening, sistemnya sama seperti di TOEFL gitu kita akan mendengar bacaan maupun percakapan dari suara yang telah direkam dan untuk level awal listening akan diputar 2x, namun ketika masuk level B2 dst maka listening hanya akan diputar 1x.
c.       Okuma – Anlama (Reading –Understanding), ujian ini juga ada setelah listening pada ujian tertulis, seperti biasa kita akan diberi beberapa bacaan dan diberikan jawaban berupa pilihan ganda.
d.      Yazma (Writing), ujian ini juga ada pada ujian tertulis yaitu ujian menulis. Kita akan diberikan tema, biasanya akan diberikan 2 tema kita bebas memilih tema mana yang akan kita tulis dan harus menulis tulisan dengan tema tersebut sekurang-kurangnya berupa 150 kata pada level-level awal dan paling banyak 250 kata pada level-level akhir.

Untuk sistem perhitungan nilainya, karena ada 4 part ujian [Konuşma (Speaking), Dinleme (Listening), Okuma – Anlama (Reading–Understanding), dan Yazma (Writing)] maka setiap part maksimal poinnya adalah 25, jika ditotalkan akan menjadi 100 poin. Namun untuk lulus ujian per level kita hanya perlu mendpatkan minimal 60 poin (poin total dari ke-4 part). 60 poin terdengar mudah bukan? Tapi coba buktikan sendiri dulu J

3.      Apakah di Setiap Level Kita Harus Lulus?
Yess,, harus pake bangettttt. Kalo gak lulus? Ya ngulang! Bukan remedial ya tapi ngulang 1 level yang artinya kita harus mengambil level yang sama dengan waktu per level kurang lebih 2 bulan, ini sistem di kampusku ya Sakarya University mungkin bisa berbeda dengan sistem di kampus dan kota lain.
Terus kalo ngulang bayar lagi dong? Karena sistem pembayarannya adalah per level maka untuk anak non beasiswa diwajibkan membayar lagi tapi untuk mahasiswa YTB tetap gratis dan diberikan kesempatan mengulang sampai 2 level. Kalo lewat dari 2 level gimana? Yaa bayar sendiri, itulah konsekuensinya. Sedih kan?
Untuk anak YTB yang sedihnya bukan karena harus bayar sendiri tapi karena kalo misal mengulang lebih dari 2x maka ada kemungkinan besar bahwa kita gak bisa kuliah di tahun itu dan harus menunggu 1 semester yaitu 6 bulan bahkan 1 tahun hanya untuk mendapatkan sertifikat TÖMER C1 agar bisa masuk kuliah.
Kurang lebih seperti itulah kehidupan di tahun pertama kedatangan di Turki untuk mahasiswa asing. Agak sulit mungkin untuk beberapa orang karena tidak semua orang dapat menyerap bahasa asing dengan mudah. Tapi gak perlu khawatir insyallah akan Allah mudahkan selagi kita berusaha dan meminta kepada Allah, jangan lupa restu orang tua. Semangat meraih mimpi, sampai ketemu di negeri 2 benua!
Jika di tulisan ini ada kekeliruan mohon dikoreksi ya. Yang punya pengalaman TÖMER boleh juga di share disini insyaallah akan jadi amal jariyah J

Kamis, 22 September 2016

“Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher Project)” in Thailand

Universitas Islam Indonesia (UII)’s Students Join
“Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher Project)”
in Thailand

Delegations from Universitas Islam Indonesia (UII)
Alhamdulillahirabbalalamien, we are selected to join The 2nd batch of pre-service student teacher exchange Program 2016 that held by Menteri Pendidikan Asia tenggara through Dewan SEAMEO in Bangkok, Thailand with website: www.seameo.org


 Our program name is“Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher Project)”. The purposes of this program are for increase the education quality in South East Asia and this program also give chances for university students in South East Asia (Thailand, Philipine, Indonesia) for do teaching practic in abroad schools.  

Ok, I will tell you about my amazing experience in Thailand. Oh I forget, not only me but me and my friends there hehehe. Ok, let’s start.

Me and my friends from the same university (Universitas Islam Indonesia or in English is Islamic University of Indonesia) start our journey on Saturday, 16th July 2016. We fly from our city Jogjakarta and then transit in Jakarta and fly again to Bangkok. About 9 p.m finally we arrived in Don Mueang Inti Airport, Bangkok, Thailand.

But when we arrived in Don Mueang Inti Airport I feel so sad cause I have let some of my friends go to someplace that really far away from me  huaaaaaa

They have to go to Surathani and Chiang Rai (another province with me). They have to take another flight to go there because Surathani and Chiang Rai are far away from Bangkok. Ok, and finally I let them go cause they MUST. But I’m not cry, hold and hug them like in drama. Noo, I really didn’t do that things. Believe me hahaha :D

And how about me? I get host university near Bangkok, so from Don Mueang Inti Airport, Bangkok I just have to take aboout 1 hour to go to my host university (Valaya Alongkorn Rajabhat University/VRU) by car. When we arrived in Don Mueang Inti Airport, Bangkok, exactly our buddies from VRU have waiting for a long time, buddies we are so sorry for making all of you waiting :D
After we introduce each other and also take many pictures of course, buddies guide us to go to our host university (VRU) by car. On that day, there are 9 university students that come, 6 of them are from Universitas Negeri Makassar (UNM) and 3 people are from Universitas Islam Indonesia (UII). Actually, each of us get 1 buddy for one people but cause that day some of buddies can’t come so just 4 buddies that pick us up. But it’s ok, we have really happy cause there are friends that really welcoming us on the first day we arrived.

The buddies pick us up at the airport
And finally we arrived at our host university in VRU, before the buddies drop us to our new dormitory we buy some food in Family Mart cause we are so hungry at that time hahaha
We buy some rice, meal, snack and also water. After that buddies guide us to our dormitory that located in VRU. We get room on the 3rd floor of dorm. Each room will be stayed for 2 people. And for my roommate I choose Desi from Chemical Education UII cause she is from the same university with me and we also have known each other before we join this program.

From my university, there are 3 people that get VRU as host university. They are Desi, me, and Uqi and you now Uqi is the only one boy that live in VRU dorm. Cause all people here are girls. That’s a really long night, all of us take a rest and re-charge energy for another activities tomorrow.
Sunday, 17th July 2016. We don’t have formal activities yet cause this is still holiday in Thailand. So, we just explore VRU by our self cause we are really excited hahaha

We get up not in the morning cause we are so tired after long journey from Indonesia, all of us feel different atmosphere here. Cause you know guys, this is not Indonesia again, this is Thailand. I feel like I’m just day dreaming cause I don’t believe I have go abroad before I’m 20 years old but this is reality, I’m so proud of my self wahahahaha :D

But we have to survive, since VRU give us dormitory we have to find food by our self. So, we walk around VRU to find some food, andddddd the difficult is coming. We looking for halal food and there aren’t cause peoples near VRU are Budha’s people. So, we decide to buy some rice and eat with abon (dry meat) that we bring from Indonesia and also noodle hahahaha

Cause we are still exciting, not only me but all of my friends are so exciting. We still don’t believe that now we are in Thailand. We walk around to explore VRU, to see their building and what they have in this university. At first, I always go around with Uqi and Desy cause we are from the same university. We go around and take many pictures.
Me, Desi, Uqi explore VRU at the first time
We go around to see where is place to buy food, water, meal, where is the nearest market and etc. It so happy cause we don’t have to join formal activity since SEAMEO give us time to relax, enjoy and explore this place by ourself cause our buddies are still on their hometown cause holiday.

Several days later, there are new university students from Indonesia that just come to VRU since we are the first people that come here. And we get 2 close friends from Banjarmasin, they are Najwa and Mutiara, however I forget how we can getting so close each other, may be cause all of us have crazy soul, like jokes, always laughing all the time and also always doing crazy things together :D

Main Building of VRU
Eventough the weather was so hot but we still go around VRU to taking many pictures 555555

Desi,Mutiara, Me, Najwa in VRU
Day by days passed, we still go wherever we want before we go to our school. We meet our own buddy also and share a lot of things from different culture among us, food, religion, holiday destination, learn English together until our favorite boy hahahahahaha

We getting close each other, especially with Nam (Najwa’s buddy) and Noon (Mutiara’s buddy). They always guide us everywhere we want to go, since my buddy (Pim) is so busy, but it’s ok.
At evening, Nam invited us to go to Vihara to see Buddha's people pray. So, we go there and feel exciting cause there are a lot of ritual and culture that Buddha's people have to do when they are pray.

Visit Vihara (Buddha's place to pray)
Najwa, Mutiara, Nam, Me, Desi, Uqi

Buddha's people praying
In front of VRU

Taking Picture in VRU


On sunday morning, Nam and Noon accompanied us to looking for the nearest halal food. So, we go to Phra In Fresh Market and finally we find halal food. There are 3 store that sell halal food and you know we buy a lot cause we are really hungry for halal food hahahah

Taking Picture with one of Halal food seller in Phra In Fresh Market

In frame:Boil Chicken Rice with ketchup sauce and soup, Fried chicken rice with Bangkok sauce and soup, Biryani chicken rice, Chicken Betagro)

Oke guys. That was my first week in Thailand.
I will upload soon about my story in the second, third, and fourth week. Keep waiting yaaa :p